PENGECAMAN, PENGHINAAN Hingga PENGKHIANATAN
Mengecam Mr. Macron bukan berarti membenarkan prilaku pemenggal kepala yang memenggal atas nama bela Nabi Islam.
Mengecam pemenggal kepala bermotif bela Nabi, bukan berarti membenarkan perbuatan guru yang membuat karikatur Nabi atas nama kebebasan berekspresi.
Sebagai wujud cinta pada Sang Nabi, selain mengecam Mr. Macron dan pembuat karikatur Nabi, kita juga perlu mengecam pemuda Muslim si pemenggal kepala.
Karikatur Nabi, itu penghinaan. Mrs Macron berwajah kera, itu jg penghinaan. Apa jadinya, bila setiap PENGHINAAN, terlebih penghinaan personal, dibalas dengan PEMENGGALAN.
Mungkin, yang membuat gambar Mrs. Macron berwajah kera ingin berikan pelajaran pada Mr. Macron tentang bagaimana rasanya dihina, dan bahwa menghina atas nama kebebasan berekspresi itu buruk.
Tapi apa jadinya, bila setiap penghinaan harus dibalas dengan pemenggalan. Apakah si pembuat gambar Mrs. Macron berwajah kera juga perlu dipenggal, supaya dia tahu bahwa menghina itu menyebabkan nyawa melayang, dan agar dia merasakan apa yang dirasakan orang lain saat menghina.
Penghinaan dan pengkhianatan itu beda tipis. Penghinaan adalah tindakan pelecehan dan penginjakan terhadap ajaran yang tidak dianut. Pengkhianatan adalah aksi pelecehan dan menginjak-injak ajaran yang dianut.
Membuat karikatur Nabi agama lain, mengejek proses kelahiran Nabi agama lain dll, merupakan penghinaan.
Menipu, menebar teror dan kerusakan atas nama agama, bahkan juga menganggap sesat Nabi sendiri, serta prilaku bar-bar yang menyebabkan orang phobia terhadap agama sendiri, adalah pengkhianatan.
Penghinaan dan pengkhianatan, keduanya perlu dikecam. Tapi dipenggal, mungkin hanya salah satunya yang layak.
@aiskndrr
#salamharmonisasi
#filsafatharmonisasi
Komentar
Posting Komentar