SAJAK NEW NORMAL
Sudah new normal kawan. Kapan kita berkumpul kembali. Duduk melingkar berbagi nalar. Di sepetak kamar yang belum dibayar Dengan coretan-coretan yang tak jelas. Kita hitamkan papan tulis putih yang sudah tampak menghitam. Papan tulis putih yang telah menghitam. Tulisan yang lebih mirip cakar ayam. Semua itu tak mengapa. Sebab ilmu adalah cahaya. Kapan kita berkumpul lagi kawan. Membincang manusia hingga Tuhan. Dengan perut-perut yang keroncongan. Dengan segelas kopi yang kita minum berdelapan. Dengan bau abu dan asap rokok yang menyesakkan. Dengan bau badanmu yang tak mandi seharian. Kita buka buku halaman perhalaman. Demi sebuah pencerahan. Sudah new normal kawan. Kapan kita berkumpul kembali. Merapatkan barisan-barisan suci. Turun ke jalan, menggelar aksi. Dengan berselimut panas mentari, kita susuri jalan tanpa anarki. Dengan bermandi peluh dan lelah, kita nyatakan keberpihakan pada kaum lemah . Dengan teriakan-teriakan, kita tanyakan kebijakan. Walau kadang mereka jawab dengan...