SAJAK NEW NORMAL

 


Sudah new normal kawan. Kapan kita berkumpul kembali. Duduk melingkar berbagi nalar. Di sepetak kamar yang belum dibayar


Dengan coretan-coretan yang tak jelas. Kita hitamkan papan tulis putih yang sudah tampak menghitam.


Papan tulis putih yang telah menghitam. Tulisan yang lebih mirip cakar ayam. Semua itu tak mengapa. Sebab ilmu adalah cahaya.


Kapan kita berkumpul lagi kawan. Membincang manusia hingga Tuhan. Dengan perut-perut yang keroncongan. Dengan segelas kopi yang kita minum berdelapan. Dengan bau abu dan asap rokok yang menyesakkan. Dengan bau badanmu yang tak mandi seharian. Kita buka buku halaman perhalaman. Demi sebuah pencerahan.


Sudah new normal kawan. Kapan kita berkumpul kembali. Merapatkan barisan-barisan suci. Turun ke jalan, menggelar aksi.


Dengan berselimut panas mentari, kita susuri jalan tanpa anarki. Dengan bermandi peluh dan lelah, kita nyatakan keberpihakan pada kaum lemah .


Dengan teriakan-teriakan, kita tanyakan kebijakan. Walau kadang mereka jawab dengan laras senapan, penangkapan atau gas air mata. Semua itu tak mengapa. Demi sebuah harapan perbaikan dan keadilan


Sudah new normal kawan. Kapan kita bergerak bersama. Melingkar bersama para buruh dan petani. Mencium keringat mereka. Mendengar keluh kesah mereka. Merasakan tangis dan harap mereka.


Jangan takut kemejamu basah, oleh keringat rakyat yang dikuras lelah. Jangan takut almamatermu kotor, oleh debu jalanan dan bau sampah.


Kalian adalah tangan-tangan Tuhan, yang berkunjung ke rumah-rumah miskin rakyat. Kalian bukan tuan dan puan, yang duduk tertidur di rumah rakyat.


Sudah new normal kawan. Kritikanmu tak akan terdengar di dunia maya. Kecuali kau bumbuhi kritikanmu dengan sedikit penghinaan. Niscaya mereka akan merespon, bahkan mencarimu.


Tapi berhati-hatilah. Mereka tergerak bukan karena kritikanmu. Mereka mencarimu karena penghinaanmu. Lantas menjeratmu dengan undang-undang penghinaan.


Sudah new normal kawan

Buka bukumu

Angkat megaponmu

Sampaikan kebenaran

Di ruang-ruang kajian

Atau di tengah-tengah jalan


@aiskndrr


#salamharmonisasi

#filsafatharmonisasi

Komentar